HOSTING
Hosting
Hosting adalah sebuah layanan online yang digunakan untuk mengelola data situs atau aplikasi web oleh pengguna dan ditampilkan melalui via internet. File website yang tersimpan di dalam hosting berupa gambar, script, video, email, aplikasi, dan database (basis data). Saat anda menggunakan jaringan internet dan akan mengakses sebuah situs, maka hal yang pertama anda lakukan adalah menuliskan nama domain atau kata kunci tertentu pada halaman mesin pencari seperti Google.
Jenis - Jenis Web Hosting
1. Cloud Based Hosting
Cloud based hosting merupakan paket yang saat ini paling banyak diminati karena tidak memiliki downtime. Cloud hosting menggunakan sekelompok server dengan file dan resource yang direplikasi pada setiap server. Jadi, ketika salah satu server anda sibuk, maka otomatis trafik situs anda akan di-route menuju server yang lain dalam suatu klaster.
2. Dedicated Hosting
Dedicated hosting merupakan paket server yang menawarkan kontrol maksimal atas layanan hosting yang digunakan pada website anda. Untuk penggunaannya sendiri cukup fleksibel, selain juga mampu mengoperasikan antara sistem operasi dengan software yang akan digunakan.
3. Shared Hosting
Shared hosting adalah jenis paket hosting tradisional yang membagi satu server untuk beberapa user berbeda, sesuai dengan kebutuhan server. Kelebihan dari layanan ini adalah harganya yang terjangkau dan sangat cocok untuk menjalankan website sederhana atau situs blog.
4. VPS Hosting
Virtual Private Server atau VPS hosting adalah perpaduan atau titik tengah antara dedicated dan Cloud hosting. Dimana, pengguna dapat menggunakan fungsi yang mirip dengan dedicated server dengan harga sama dengan paket cloud hosting. VPS hosting sangat cocok digunakan untuk kebutuhan website yang mempunyai traffic yang tinggi.
5. WordPress Hosting
Dan jenis yang terakhir adalah WordPress hosting, merupakan bentuk lain dari paket shared hosting yang dirancang khusus untuk pengguna WordPress. Server ini telah dilengkapi dengan fitur pre-installed plugin dengan konfigurasi yang cukup optimal. Paket ini juga biasanya menyediakan fitur tambahan seperti tema, pre-designed, drag-and-drop page builder, serta tool developer yang lebih spesifik.
Cara Membuat Hosting
Langkah 1 - Memasang Server WAMP
Jika anda memiliki komputer lama dan tidak terpakai, maka anda bisa menjadikannya sebuah server hosting. Proses menjadikannya sebuah server cukup murah dibantu dengan WAMP (Windows Apache, MySQL, PHP).
Terdapat beberapa program pemasangan dari WAMP, tapi kita akan menggunakan WAMPServer karena lebih gampang. Kunjungi situsnya, dan download program sesuai dengan komputer anda (32 bit atau 64 bit).
Kemudian, direktori baru akan terbentuk secara otomatis yang biasanya memiliki nama "c:\wamp\www". Ini adalah folder yang akan membuat website anda menjadi online. Buat folder baru di direktori tersebut dan masukkan file PHP dan HTML didalamnya.
Pastikan terlebih dahulu apakah WAMPServer bekerja dengan baik dengan cara mengakses "http://localhost".
Langkah 2 - Menguji Server WAMP
Setelah anda memastikan server WAMP bisa digunakan, saatnya untuk menguji apakah semuanya berjalan sesuai dengan seharusnya dengan melakukan tes file PHP dan memasukkannya dalam direktori yang dibuat sebelumnya. Buka Notpad di Windows dan ketik logika berikut:
<title>PHP Test</title>
Save file tersebut dengan nama "info.php" di direktori WAMP dan akses file tersebut dari browser anda dengan alamat "http://localhost/infor.php". Jika browser membuka file kosong tapi nama alamat tertera "localhost/info.php", maka semua aman terkendali dan kita lanjut pada tahap selanjutnya membuat hosting sendiri.
Langkah 3 - Konfigurasi Database MySQL
Jika anda tidak menggunakan WordPress sebagai CMS, maka anda harus menyesuaikan konfigurasi database MySQL.
MySQL akan mengorganisir dan mengatur data dari website anda menjadi sebuah database yang dengan cepat menemukan dan mengirimnya dalam sistem. Termasuk CMS seperti WordPress, menggunakan MySQL sebagai salah satu cara untuk mengirim informasi pada pengguna dengan efisien.
Anda bsa menggunakan database yang sudah ada atau membuat database baru dengan klik pada ikon "PHPMyAdmin" didalam menu "Tool" di layar WampServer. Anda akan dimintai keterangan berupa username dan password. Pada username masukkan "root" dan password dibiarkan tidak terisi.
Jika anda menggunakan CMS seperti WordPress, maka anda bisa skip langkah ini dan lanjut ke langkah ke 4.
Untuk memastikan MySQL bekerja dengan baik, buka browser anda dan ketik
http://localhost/infor.php Alaamat IP dari komputer anda akan ditampilkan beserta informasi terkait koneksi MySQL itu sendiri.
Langkah 4 - Membuat Website Menjadi Online
Konfigurasi software Apache di setting untuk menolak semua koneksi dari bawaannya. Ini berarti hanya komputer anda saja yang bisa mengakses website. Untuk menjadikan website bisa online, maka anda harus merubah settingan Apache terlebih daulu.
Pada menu WampServer, klik pada "Apache" kemudian "httpd-vhosts.conf". Logika yang tertulis disana akan terlihat seperti berikut:
# Virtual Hosts
#
<VirtualHost *:80>
ServerName localhost
ServerAlias localhost
DocumentRoot “${INSTALL_DIR}/www”
<Directory “${INSTALL_DIR}/www/”>
Options +Indexes +Includes +FollowSymLinks +MultiViews
AllowOverride All
Require local
</Directory>
</VirtualHost>
Untuk membuat semua koneksi dari luar selain komputer anda untuk bisa mengakses website, maka anda perlu mengubah logika "require local" menjadi "require all granted" dan cukup seperti itu saja.
Restar server WAMP dengan memilih menu "Restart All Services" pada menu agar perubahan yang anda lakukan bisa diterapkan. Pastikan juga firewall anda tidak memblokir permintaan koneksi website agar lancar.
Langkah 5 - Memberikan Nama Domain
Seperti halnya menggunakan webhosting di BlueHost, maka anda membutuhkan sebuah nama domain. Anda bisa mendapatkannya dengan gratis dari BlueHost jika berlangganan minimal satu tahun dengan harga senilai $2.95 per bulan atau membeli/menggunakan domain yang sudah ada maupun dari registrar lain. Nama domain sangat penting agar orang-orang dengan mudah mengunjungi website anda dan begitu juga dengan server dalam record DNS.
DNS record diperlukan agar website anda bisa diakses melalui nama domainnya. untuk melakukan ini maka anda harus:
- Update file localhost dengan cara: pergi ke direktori "C:\Windows\system32\drivers\etc\hosts file" kemudian masukkan logika dibawah ini ke baris paling bawah, "192.168.100.15(ganti dengan alamat IP komputer anda) domain.com (nama domain anda).
- Kemdian anda harus menambahkan file Notepad secara manual ke "C:\wamp\bin\apache\Apache-(masukkan versi Apache)\conf\extra" dan text Notepad yang akan ditulis adalah:
ServerAdmin mail@namaemail.com
DocumentRoot “c:\wamp\www”
ServerName mysite.local
ErrorLog “logs/namadomain.com.log”
CustomLog “logs/namadomain.com-access.log” common
Sekarang anda sudah membuat hosting sendiri dengan biaya seminimal mungkin. Pastikan komputer yang anda gunakan untuk server tidak memakan resource yang terlalu besar. Uninstall semua program-program yang tidak diperlukan dan selalu buka browser dengan keadaan login pada panel server WAMP.
Disable semua program yang tidak perlu berjalan di latar belakang dan juga disable program-program yang jalan ketika startup windows. Jika anda sudah serius dengan hosting pribadi, maka tidak ada salahnya berinvestasi pada hardware yang lebih bagus.
Pencarian = https://www.sekawanmedia.co.id/blog/pengertian-hosting/
https://forrst.me/id/blog/cara-membuat-hosting-sendiri/
Di rangkum = bagas ardi pratama
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3218850658628720"
crossorigin="anonymous"></script>
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4184588377475426"
crossorigin="anonymous"></script><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3218850658628720"
crossorigin="anonymous"></script>
Komentar
Posting Komentar